LEICESTER IMBANG 0-0 LAWAN CHELSEA

Hasil akhir yang buruk membuat Leicester dan Chelsea menang, karena kedua belah pihak bermain imbang 0-0 di pertandingan terakhir musim ini.

Ross Barkley seharusnya membuka skor awal untuk Chelsea ketika Jorginho menyobek bola di atas pertahanan Leicester untuk ditemani gelandang tengahnya tetapi tendangannya yang keras diblok oleh dada Kasper Schmeichel.

Cesar Azpilicueta tergelincir tidak hanya sekali, tetapi 2 kali untuk memungkinkan Jamie Vardy berlari pada tujuan tetapi ketika saat krisis datang dia mengirim umpan buruk ke Youri Tielemans, yang tidak bisa membuat peluang yang berarti dari sudut yang buruk, memungkinkan Willy Caballero kesempatan. untuk menyimpan.

Peluang terbaik dari periode pembukaan jatuh ke Gonzalo Higuain setelah kerja keras antara Marcos Alonso dan Willian memungkinkan yang terakhir mengirim umpan melintasi kotak jarak 6 yard tetapi pemain berasal Argentina itu mengaburkan peluang dengan gawang yang menganga.

Ada perpisahan yang menyenangkan untuk Leicester karena Danny Simpson dan Shinji Okazaki dibawa untuk penampilan terakhir mereka, banyak apresiasi dari para pendukung tuan rumah.

Untuk Chelsea, Eden Hazard akhirnya datang di babak kedua, berpotensi untuk terakhir kalinya seiring rumor tentang masa depannya terus berlanjut.

Tielemans memiliki kesempatan untuk memenangkan pertandingan pada malam hari ketika dia menemukan ruang di tepi area penalti tetapi dia menghancurkan tembakan patuh yang tinggi dan lebar.

Babak kedua memiliki perasaan santai untuk itu, dengan kurangnya kualitas di sepertiga akhir.

Fabregas sebut Jorginho diperlakukan seperti anak sendiri oleh Sarri

Cesc Fabregas nampaknya memiliki kesan yang tidak menyenangkan mengenai pengalamannya untuk bermain di bawah asuhan Maurizio Sarri. Dirinya menyebut kalau sang manajer adalah satu alasan mengapa dirinya meninggalkan Chelsea.

Total empat gelar yang sudah ia persembahkan dalam lima musim berkarir bersama dengan Chelsea, dan dua diantaranya merupakan dari Liga Premier. Berkat hal itu, posisinya di lini tengah tidak dapat tergantikan meski Chelsea sering melakukan pergantian manajer.

Namun semuanya tidak lagi sama saat Chelsea berada diasuhan Maurizio Sarri, pada musim panas lalu Cesc Fabregas mengaku kesempatan bermainnya perlahan memudar sehingga harus merelakan dirinya ke Monaco pada bulan Januari lalu.

Sarri didatangkan dari Napoli dengan satu pemain andalannya semasa di Napoli, Jorginho. Pemain satu ini dinilai sebagai pemain yang paling paham mengenai skema yang dibawa oleh sang pelatih, atau yang kerap kali dikatakan Sarriball.

Jorginho tidak dapat tergantikan, bahkan N’Golo Kante harus tergeset dari posisi gelandang tengah yang biasa ia tempati. Tak lain dan tak bukan hanya untuk memberikan ruang pada Jorginho.

Publik yang mengkritis habis Sarri karena hal tersebutpun disambut dengan serentetan hasil buruk, Fabregas akhirnya mengungkapkan ketidaksukaannya pada Sarri atas sikapnya yang pilih kasih.

Dengan perlakuan tersebut, Fabregas merasa kesulitan untuk dapat tempat di Chelsea, mau sebaik apapun kualitas yang dirinya tunjukkan dalam sesi latihan hasilnya akan tetap sama saja. Sehingga terpaksa dirinya meninggalkan Stamford Bridge.

Dengan kekayaan Fabregas sebagai pemain, dirinya kini menjadi salah satu pemain utama di Monaco, dirinya sama sekali tidak menemukan kesulitan untuk mendapatkan tempat di AS Monaco.

Sindiran Maurizio Sarri Kepada Awak Media

Manajer asal Chelsea, Maurizio Sarri angkat bicara mengenai kabar pemecatan dirinya dari klub yang diasuhnya. Dirinya berpendapat bahwa kabar yang menyebar di media memang sudah terlalu berlebohan dan bukanlah pemberitaan yang benar adanya.

Dalam dua pekan terakhir ini, pemberitaan pemecatan Sarri sangatlah ramai diberitakan. Kabar itu mencuat saat Chelsea harus mengalami beberapa kali kekalahan dalam kurun waktu sebulan terakhir sehingga posisi mereka diklasemen sementara harus turun keposisi keenam.

Berdasarkan laporan yang menyebar, Sarri akan dipecat jika Chelsea harus mengalami kekalahan saat kontra Tottenham Hotspurs. Tetapi pemberitaan tersebut tidaklah menjadi masalah untuknya karena Chelsea berhasil menngalahkan Hotspurs dengan skor akhir 2 – 0 di Stadion Bridge.

Manajer asal Chelsea, Maurizio Sarri angkat bicara mengenai kabar pemecatan dirinya dari klub yang diasuhnya

Sarri menyatakan bahwa media terlalu membesar-besarkan kabar pemecatan dirinya. Dilansir dari situs Resmi Chelsea, Sarri menyakan, “Dampak dari pemberitaan ini lebih tergantung kepada awak media daripada keklub”.

Sarri juga menegaskan bahwa dirinya saat ini tidak dalam keadaan yang harus dipecat seperti pemberitaan yang menyebar belakangan ini.

Sarri menyatakan, “Saya berbicara dengan pihak manajemen klub sudah sebanyak dua atau tiga kali beberapa akhir terakhir ini dan pembicaraan yang kami bahas tidak seperti pemberitaan yang media beritakan”,

Saya merasa kalian tidak menuliskan pemberitaan yang bear dalam penelitian yang kalian lakukan, namun saya sendiri tidak tahu mengapa hal tersebut bisa terjadi. Jika saja kalian menuliskan berita yang benar adanya, pasti tidak akan terjadi masalah yang besar untuk saya”, tutup Sarri.