VALENCIA VS ARSENAL DI LIGA EUROPA

Arsenal akan mencari untuk mempertahankan keunggulan 3-1 ketika mereka menghadapi Valencia di leg kedua semifinal Liga Europa mereka pada hari Kamis.

The Gunners menempatkan diri mereka dalam posisi yang kuat setelah pertandingan pertama di Emirates berkat 2 gol dari Alexandre Lacazette dan gol injury time dari Pierre-Emerick Aubameyang.

Mereka mencari untuk mencapai final Eropa pertamanya mereka sejak tahun 2005/06, ketika itu mereka kalah difinal Liga Champions keBarcelona. Jika Arsenal berhasilkan mencapai final ini, mereka akan menghadapinya Chelsea ataupun Eintracht Frankfurt diBaku, Azerbaijan 29 Mei.

“Gagasan kami adalah memainkan pertandingan dengan pemikiran untuk menang,” kata pelatih Gunners Unai Emery, yang memenangkan Liga Eropa 3 musim berturut-turut dengan Sevilla dari 2014-16.

“Mereka memiliki pemain menyerang dengan kualitas besar, kombinasi dan kemungkinan untuk mencetak gol di sini besok. Gagasan kami adalah melakukan keduanya menjadi kuat dan ofensif, ambil peluang kami.

“Di atas semua itu, saya pikir itu tergantung bagaimana kita berada di lapangan besok. 90 menit bisa lama dan ada saat-saat untuk serangan kita dan serangan mereka. Kita harus solid dan yang paling penting mengendalikan pertandingan.”

Memenangkan Liga Eropa tampaknya menjadi satu-satunya peluang Arsenal untuk membuat Liga Champions musim depan setelah mereka bermain imbang 1-1 dengan Brighton pada hari Minggu.

Untuk membuat 4 besar di Liga Premier, Arsenal perlu menang di Burnley pada hari terakhir, Tottenham kalah dari Everton dan kemungkinan 8 gol.

Kekacauan Arsenal di Isukan Karena Gaji Besar Ozil

Eks striker Arsenal, Jeremie Aliadiere memberikan analisisnya terhadap performa Arsenal yang kurang konsisten di musim ini. Aliadiere beranggapan bahwa salah satu hal yang menyebabkan hal tersebut karena pihak internal Arsenal terganjal atas perbedaan gaji yang di terima Mesut Ozil dengan pemain lainnya.

Sebelum Eks Pelatih Arsenal, Arsene Wenger hengkang dari Arsenal pada musim panas 2018, ia membuat sebuah keputusan yang cukup besar. Keputusan itu adalah untuk mempertahankan Mesut Ozil agar tetap berada di Emirates Stadium meskipun harus membayarnya dengan gaji yang fantastis yakni, 300 ribu pounds per minggu.

Tingginya Gaji Ozil tersebut, membuat ketidakseimbangan yang cukup besar di antara pemain Arsenal. Karena rata-rata pemain Arsenal hanya diberikan gaji sekitar 100-200 ribu pounds per minggu, di mana jaraknya cukup besar dengan upah yang diterima Ozil.

Aliadiere yakin bahwa ketidakseimbangan gaji tersebut bisa menimbulkan konflik di tim utama Arsenal. Aliadiere juga mengatakan bahwa performa Ozil yang sekarang sangat tidak layak untuk menerima gaji sebanyak 300 ribu pounds per minggu di Arsenal.

Situasi ini tentu minimbulkan keirian dari rekan-rekan setimnya, dikarenakan sang playmaker tetap menerima gaji besar meskipun tidak berlaga dengan baik.

Aliadiere juga turut memberikan kritikannya terhadap performa Ozil setelah laga Arsenal dengan Everton. Aliadiere yakin bahwa mantan pemain Timnas Jerman itu belum bekerja secara optimal dan membuat timnya harus takluk di tangan Everton.

Menurut Aliadiere, Ozil adalah pemain terbaik yang di punya Arsenal di atas kertas. Tetapi ketika ia bermain di laga – laga yang penting seperti ketika Arsenal melawan Everton, kalian akan kecewa karena ia tidak menimbulkan efek apapun terhadap tim.